Penting Disimak! Gejala dan Perawatan COVID-19, dari ringan hingga berat

Mengenali gejala dan pengobatan COVID-19 sangat penting bagi kita. Gejala dan pengobatan COVID-19 dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan penyakitnya, apakah ringan, sedang, berat, atau berat.

Pada artikel ini, akan kami informasikan terkait Gejalan dan perawatan Covid-19 mulai dari ringan sampai dengan kritis. Silahkan disimak ya!

Gejala dan parawatan covid-19 dari ringan sampai berat yang perlu untuk disimak


Gejala COVID-19 umumnya dirasakan sekitar 3-5 hari hingga 1 minggu setelah terinfeksi virus corona atau SARS-CoV-2, namun bisa juga berkisar antara 1-14 hari.

Oleh karena itu, untuk mencegah penyebaran virus corona, disarankan agar mereka yang terpapar virus atau kontak dekat dengan pasien positif COVID-19 menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

Jika memungkinkan, Anda bisa melakukan karantina mandiri di rumah. Jika tidak, Anda dapat melakukannya di rumah sakit dan fasilitas yang disediakan pemerintah, seperti wisma atlet di Jakarta.

Gejala dan pengobatan COVID-19 berdasarkan tingkat keparahannya

Berikut 4 tingkat keparahan penyakit COVID-19 berdasarkan gejala yang muncul dan perawatannya:

1. Ringan

Pasien COVID-19 tergolong mengalami gejala ringan jika mengalami satu atau lebih keluhan berikut:

  • panas
  • batuk
  • sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Malaise atau perasaan lelah, tidak nyaman, dan kurang enak badan
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • Mual dan muntah
  • diare
  • Kehilangan indera perasa (ageusia) dan kehilangan penciuman (anosmia)
Baca: Cara Mengembalikan Inda Penciuman Yang Hilang Karena Anosmia

Sebaliknya, jika tidak ada gejala yang dirasakan tetapi hasil tes PCR positif, maka orang tersebut masuk dalam kategori pasien COVID-19 tanpa gejala.

Pengobatan pasien COVID-19 dengan gejala ringan umumnya sama dengan pengobatan pasien COVID-19 tanpa gejala. Artinya, pasien harus menjalani isolasi mandiri minimal 10 hari setelah timbulnya gejala atau hasil tes PCR positif.

Penanganan pasien COVID-19 dengan gejala ringan umumnya bersifat simtomatik atau hanya untuk meredakan gejala. Misalnya, pasien bisa minum paracetamol untuk meredakan demam dan obat batuk untuk mengobati batuk. Pasien juga dapat mengonsumsi suplemen seperti vitamin C dan vitamin D untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Selama karantina mandiri, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter menggunakan layanan aplikasi medis atau telemedicine.

2. Sedang

Berikut keluhan yang mungkin dialami pasien COVID-19 dalam kategori gejala sedang:

  • demam
  • batuk
  • Sesak napas atau napas terasa tidak nyaman
  • kurang nafsu makan
  • letih dan lemas

Pasien umumnya mengalami gejala COVID-19 ringan, tapi sudah merasakan keluhan sesak napas atau napas terasa lebih berat

Selain itu, pasien dengan COVID-19 sedang mungkin sudah memiliki bintik-bintik atau kelainan pada pemeriksaan rontgen. Namun, kadar oksigen darah atau saturasi oksigen masih normal, yaitu diatas 94%.

Pasien COVID-19 yang tergolong sedang yang memiliki penyakit penyerta tertentu seperti asma atau diabetes, atau berusia lanjut disarankan untuk dirawat dan dipantau oleh dokter di rumah sakit.

Jika tidak dirawat di rumah sakit, pasien COVID-19 dapat menjalani perawatan dirumah asalkan telah mendapat obat-oatan dari dokter.

Untuk mengobati COVID-19 gejala sedang, dokter dapat memberikan obat antivirus seperti oseltamivir dan antibiotik azitromisin untuk mencegah pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

3. Berat

Pasien dengan COVID-19 diklasifikasikan sebagai parah jika memiliki gejala berikut:

  • Sangat sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Kuku, bibir dan kulit terlihat kebiruan dan pucat
  • Butuh bantuan oksigen
  • Penurunan kesadaran atau sering mengantuk
  • Kebingungan atau sulit konsentrasi
  • lemas
  • Sulit atau tidak bisa makan dan minum

Pasien dengan gejala COVID-19 yang parah biasanya mengalami penurunan saturasi oksigen hingga kurang dari 90-94%. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berbahaya dan dapat menyebabkan komplikasi serius.

Pasien harus segera mendapatkan perawatan dokter di rumah sakit, terutama jika sudah lanjut usia, hamil, atau memiliki riwayat penyakit penyerta seperti penyakit jantung, asma, diabetes, kerusakan ginjal, obesitas, atau kanker.

Pengobatan pasien dengan gejala COVID-19 yang parah umumnya meliputi terapi infus, pemberian oksigen, dan pemberian obat antivirus terhadap COVID-19 seperti remdesivir atau favipirapir. Dokter Anda juga dapat memberikan obat lain, seperti antibiotik, imunosupresan, dan kortikosteroid, jika diperlukan.

4. Kritis

Pasien COVID-19 dikatakan kritis jika mengalami gejala berupa koma, kejang-kejang, tidak mampu bernapas sama sekali, sangat lemas, atau penurunan tekanan darah secara drastis (syok).

Dalam kondisi ini, pasien dengan COVID-19 yang parah berada pada peningkatan risiko komplikasi seperti gagal napas dan serangan jantung. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berakibat fatal.

Pasien dalam kondisi kritis perlu mendapatkan penanganan dan perawatan di Unit Perawatan Intensif (ICU) rumah sakit sampai kondisinya membaik. Mereka juga umumnya membutuhkan peralatan pernapasan melalui ventilator dan perawatan lain untuk gejala COVID-19 yang parah.

Tips menjalani perawatan COVID-19 di rumah

Pasien dengan gejala COVID-19 ringan atau sedang saat menjalani isolasi mandiri atau perawatan di rumah dapat mengikuti tips ini untuk mendukung pemulihan.

  • Makan makanan yang sehat, bergizi dan banyak minum air putih.
  • Cukup tidur. yaitu selama 7-9 jam setiap malam. Untuk meningkatkan pernapasan, dianjurkan agar pasien tidur dalam posisi pronasi.
  • Kadar oksigen dalam darah dipantau setiap hari dengan pengukur oksigen (oximeter).
  • Teruslah berolahraga sesuai dengan kemampuan fisik Anda, seperti peregangan dan yoga.
  • Kurangi stres dengan latihan relaksasi, meditasi, menonton TV, dan banyak lagi.
  • Tetap berhubungan dengan teman dan keluarga, seperti melalui telepon atau panggilan video.
  • Lakukan aktivitas menyenangkan seperti membaca buku atau menonton film favorit Anda.

Itulah berbagai informasi seputar gejala dan pengobatan COVID-19 yang perlu Anda ketahui. Jika Anda atau seseorang dalam keluarga Anda terkonfirmasi COVID-19, Jangan ratu untuk berkonsultasi dengan dokter anda.

Ini penting untuk memantau kondisi Anda dan keluarga dan mendapatkan perawatan COVID-19 yang sesuai tergantung pada tingkat keparahannya.

Next Post Previous Post